Waspada: Ini dia 3 jenis penipuan telepon yang masih marak di Indonesia!

“Selamat siang, kami dari pihak kepolisian dan ingin memberitahu kalau kami baru saja menahan anggota keluarga anda.”

Kamu pasti kaget kalau nerima telepon seperti ini. Entah mengaku dari pihak kepolisian atau perusahaan pajak, ujung-ujungnya kamu diminta untuk mentrasfer sejumlah uang. Hati-hati, ini bisa jadi modus penipuan belaka! Nah, kalau kamu sudah baca artikel tentang modus penipuan lewat SMS bulan lalu, artikel kali ini pastinya juga bermanfaat untuk kamu yang ingin terhindar dari penipuan via telepon. Apa aja sih penipuan via telepon yang sedang marak saat ini? Yuk, kita lihat langsung!

1. Menawarkan Asuransi Gratis

Modus penipuan yang satu ini adalah salah satu modus yang paling sering dialami sahabat-sahabat tellows. Penipu biasanya berusaha membuat target mereka tergiur dengan asuransi “gratis” yang menawarkan bonus uang. Pada akhirnya, penerima telepon diminta untuk memberikan data bank pribadi seperti nomor kartu kredit. Ini dia salah satu laporan sahabat tellows yang pernah menjadi target modus asuransi gratis:

Hendra Parulian melaporkan nomor 02129340829 sebagai AXA Life (ngakunya)
1. ditelpon ngaku dari axa mandiri, nyebutin alamat email, saya iyain, padahal alamat emailnya bukan seperti yang disebutkannya
2. jadi salah satu yang beruntung dari 5 orang di wil jakarta mendapat free asuransi selama 3 bulan dan memberitahukan bahwa dapat free perpanjangan hingga 8 tahun Asuransi
3. dikabari dapat cashback 3juta juga
4. Nanyain CC, saya sebutin dari salah satu bank, padahal saya gak punya, minta 4 angka belakang nomor CC dan blabla
5. pas masih nyorocos, saya matikan, karena brisik. nomor lain : 02129295885

Tips: kebanyakan penelepon telemarketing yang menawarkan produk atau servis gratis biasanya hanyalah penipu! Jangan pernah menyebut data pribadi seperti nomor akun bank atau kartu kredit. Kalau kamu sudah terlanjur jadi korban penipuan ini, segeralah lapor ke polisi! Meskipun kecil kemungkinannya kamu bisa mendapat uangmu kembali, tetapi pihak kepolisian bisa membantumu melacak si penipu.

2. Anggota Keluarga Kena Musibah

Kalau kamu menerima panggilan dari nomor tak dikenal dan si penelepon berkata kalau salah satu anggota keluargamu baru terkena musibah, waspadalah! Biasanya penipu akan mengarang cerita bahwa anggota keluargamu terkena kecelakaan atau ditahan polisi. Mereka akan menyuruhmu untuk mengirim sejumlah uang untuk menebus kecelekaan tersebut.

Tips: Jangan mudah percaya! Sebaiknya kamu meminta si penelepon untuk memberi nama “anggota keluarga” yang ia maksud sebelum kamu menjadi korban modus ini. Kamu juga bisa meminta alamat tempat kejadian atau kantor polisi tempat “anggota keluargamu” berada dan bilang kalau lebih baik kamu mendatangi langsung tempat itu. Kalau si penelepon hanyalah penipu, pasti ia langsung bingung harus berkata apa.

3. Mengaku Petugas Pajak atau Bank

Baru-baru ini, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan modus penipuan yang mengatasnamakan Ditjen Bea dan Cukai. Modusnya berbagai macam. Mulai dari tagihan palsu, lelang, ataupun modus barang pelanggan yang ditahan. Pada akhirnya pelanggan akan diminta membayar “tagihan” tersebut ke rekening si penipu.

Tips: Kalau kamu mendapat telepon seperti ini, jangan langsung percaya! Kamu bisa memastikan kebenaran telepon tersebut ke nomor resmi Ditjen Bea dan Cukai di 1500225.

Nah, semoga kamu nggak jadi target modus-modus penipuan seperti ini ya! Kalau kamu mendapat telepon yang menurutmu adalah penipuan, jangan lupa untuk menulis laporan dan share pengalamanmu di tellows di halaman nomor yang meneleponmu. Laporan yang kamu tulis bisa membantu sahabat-sahabat tellows lain terhindar dari penipuan yang sama!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *